Get me outta here!

Kamis, 01 Agustus 2013

Apakah kau akan selalu menjadi penonton atau konsumen saja?


Mengutip wawancara Republika dengan aktor senior Deddy Mizwar, pria yang juga menjadi produser serial Para Pencari Tuhan ini mengatakan ''Pertanyaannya juga apakah umat Islam itu mau ngak bicara agamanya sendiri. Apa kita hanya mau menjadi penonton atau konsumen selamanya saja?''

Keinginan untuk menulis sebenarnya sudah muncul sejak lama, bahkan beberapa tulisan telah saya buat entah itu opini yang terjadi atas fenomena yang terjadi di masyarakat, tulisan tentang kajian islam, cerita fiksi ataupun sekedar curhatan kegiatan sehari-hari saya. Tapi semua tulisan saya itupun tak pernah saya publis ke umum (teman2), sekedar hanya untuk konsumsi pribadi. Keinginan untuk mempublishnya dalam sebuah blog pribadi yang biasa teman-teman saya lakukan pun seringkali muncul menggoda, namun selalu kalah dengan rasa tidak percaya diri dalam diri saya. Apakah layak tulisan saya dibaca orang lain, dan yang lebih penting adalah apakah tulisan saya akan mendatangkan manfaat ketimbang mudharat jika dibaca orang lain? Yup, alasan-alasan itulah yang muncul di dalam diri saya dan akhirnya menjadi pembenaran diri ini mengelak dari kewajiban seorang muslim untuk berdakwah, menyeru ataupun menyampaikan walaupun hanya satu ayat. 

Membaca sebuah artikel di situs Republika online membuat saya berpikir ulang, dalam wawancara tim republika dengan aktor senior Deddy Mizwar, actor yang sekaligus produser film-film islami ini mengatakan kekecewaannya terhadap perfilman idonesia, juga terhadap film-film yang hanya menggunakna symbol agama tapi tidak ada pesan-pesam islam yang disampaiaknnya. Pria yang juga menjadi produser serial Para Pencari Tuhan ini mengatakan ''Pertanyaannya juga apakah umat Islam itu mau ngak bicara agamanya sendiri. Apa kita hanya mau menjadi penonton atau konsumen selamanya saja?''

Benar bahwa selama ini saya seringkali kecewa dengan pemberitaan media tentang islam. Benar bahwa saya juga seringkali kecewa dengan karya-karya yang dicap pembuatnya sebagai karya yg religi atau islami namun isinya jauh dari nilai-nilai islam. Tapi ternyata diri ini justru lebih buruk dari mereka, karna setidaknya mereka telah menghasilkan karya dan saya hanya menjadi penonton yang kecewa dan mengutuk dalam kesendirian tanpa melakukan apa-apa. Dengan kata lain, saya sama tidak bermanfaatnya. 

Tak ingin terus menjadi kura-kura dalam tempurungnya, dan menjadikan diri saya tidak bermanfaat maka saya mengumpulkan keberanian dan tekad (agak lebay J), saya akan mencoba belajar menulis dan membaginya dengan orang lain. Saya akan menulis baik tentang hal-hal yang saya ketahui maupun hal-hal yang saya tidak ketahui tapi saya ingin mengetahuinya. Saya tidak bisa menjamin tulisan-tulisan saya adalah tulisan yang baik, bahkan mungkin seperti dugaan saya sebelumnya bahwa tulisan saya nantinya mungkin ternyata tidak layak dan tidak bermanfaat. Tapi begitulah hakikatnya seorang manusia, kita mempunyai hak sebesar-besarnya mencoba dan berusaha sedang hasilnya bukanlah hak manusia. So, silakan menikmati tulisan-tulisan saya, semoga bermanfaat walau hanya satu ayat J dan saya mohon selalu saran dan kritik teman-teman. :)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar